Materi 2
Manusia Sebagai Mahluk Individu dan Sosial
(Juga Sebagai Mahluk polekbudpsikol)
A. Manusia Sebagai Mahluk Individu
Individu berasal dari kata in devided. In berarti tidak, dan devided artinya terbagi. Jadi individu artinya tidak terbagi, atau satu kesatuan. Manusia lahir sebagai makhluk individual yang bermakna tidak terbagi atau tidak terpisahkan antara jiwa dan raga. Secara biologis manusia lahir dengan kelengkapan fisik tidak berbeda dengan makhluk hewani. namun secara rohani ia sangat berbeda dengan makhluk apapun. Dalam perkembangannya, manusia sebagai makhluk individu tidak hanya bermakna kesatuan jiwa dan raga, tetapi akan menjadi pribadi yang khas dengan corak kepribadiannya termasuk kemampuan kecakapannya. Setiap manusia memiliki perbedaan, hal itu dikarenakan manusia memiliki karakteristik sendiri. Ia memiliki sifat, watak. keinginan dan cita-cita yang berbeda satu sama lainnya.
Personality adalah susunan perbedaan tingkah laku atau tindakan dari tiap-tiap individu atau ciri-ciri watak seseorang yang konsisten kepadanya suatu identitas sebagai individu yang khas.
Unsur-unsur Personality
• Pengetahuan
Meliputi: Persepsi, Apresiasi, Pengamatan, Konsepsi, Fantasi.
• Perasaan
• Drive (Dorongan)
Meliputi: Dorongan untuk mempertahankan hidup, Sex, Mencari Makan, Berinteraksi, Meniru, Berbakti dan Keindahan.
B. Manusia Sebagai Mahluk Sosial
Manusia sebagai makhluk sosial adalah bahwa manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Manusia saling membutuhkan dan harus bersosialisasi dengan manusia lainnya. Manuisa dikatakan makhluk sosial karena beberapa alasan, yakni manusia tunduk pada aturan atau norma sosial, perilaku manusia mengharapkan suatu penilaian dari orang lain, manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain, potensi manusia akan berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusia, perilaku manusia mengharapkan suatu penilaian.
Norma-norma sosial yang menjadi patokan hidup manusia: norma agama (norma yang bersumber dari Allah), norma kesusilaan atau moral (norma yang bersumber dari hati nurani manusia), norma kesopanan atau adat (norma yang bersumber dari lingkungan masyarakat), norma hukum (norma yang dibuat oleh masyarakat secara resmi/oleh negara.Implikasi-implikasi manusia sebagai makhluk sosial:
• Kesadaran akan ketidakberdayaan manusia bila seorang diri.
• Kesadaran untuk senantiasa dan harus berinteraksi dengan orang lain.
• Penghargaan akan hak-hak orang lain.
• Ketaatan terhadap norma-norma yang berlaku.
Keberadaannya sebagai makhluk sosial, menjadikan manusia melakukan peran-peran sebagai berikut:
• Melakukan interaksi dengan manusia lain atau kelompok.
• Membentuk kelompok-kelompok sosial.
• Menciptakan norma-norma sosial sebagai pengaturan tertib kehidupan kelompok.
C. Manusia Sebagai Makhluk Politik
Sebagai mahluk politik manusia selalu membutuhkan orang lain dan memiliki sterategi dalam mempertahankan kehidupannya sehingga kehidupannya dengan masyarakat dan organisasi sosial merupakan sebuah keharusan. Allah memberikan watak yang agresif yang alami bagi setiap mahluk. Dengan politik manusia bisa merencanakan dan menyusun strategi dalam bertindak. Ciri manusia sebagai mahluk politik dapat kita lihat bahwa dalam kehidupan manusia selalu ditandai dengan adanya penentuan atas pilihan-pilihan dalam menjalani hidupnya.
D. Manusia sebagai mahluk Ekonomi
Pada dasarnya selalu menghadapi masalah ekonomi. Inti dari permasalahan ekonomi yang dihadapi manusia adalah kenyataannya bahwa kebutuhan manusia jumlahnya tidak terbatas, sedangkan alat pemuas kebutuhan manusia jumlanya terbatas.
E. Manusia Sebagai Mahluk Budaya
Artinya mahluk yang berkemampuan menciptakan kebaikan, kebenaran, keadilan, dan bertanggung jawab. Taylor mengartikan kebudayaan sebagai keseluruhan kompleks yang didalamnya terdapat ilmu pengetahuan yang didapat manusia sebagai anggota masyarakat, atau diartikan pulasegala sesuatu yang diciptakan manusia baik materi maupun non materi.
F. Manusia Sebagai Mahluk Psikologisi
Manusia adalah mahluk psikologi yang memiliki bawaan universal unik dan terus dikaji oleh para ahli humaniora. Manusia adalah insan bila dilihat dari sudut pandang psikologinya, karena dalam bahasa arab menunjukan manusia sebagai mahlik psikologi. Kata insan sendiri berasal dari tiga asal kata:
1. UNS bermakna mesra, harmoni, jinak, dan nampak.
2. Nasa ya Nusu bermakna terguncang stress.
3. Nasiya yansa bermakna lupa.
Bila digabungkan memiliki arti mahluk yang memiliki harmoni jiwa cinta, bensi, jinak, terkadang stres, dan sering lupa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar