Minggu, 12 Juni 2011

MATERI X
MANUSIA DAN LINGKUNGAN

Manusia adalah makhluk hidup ciptaan tuhan dengan segala fungsi dan potensinya yang tunduk kepada aturan-aturan Tuhan. Sedangkan lingkugan merupakan suatu media dimana makhluk hidup tinggal mencari penghidupan dan memiliki karakter serta fungsi yang khas.
Relasi hubungan manusia dan lingkungan adalah hubungan yang timbal balikdan simbiotik mutualisme. Jadi manusia butuh alam akibat kuntuk kehidupannya dan alam butuh manusia untuk pelestariannya.
Manusia memang dijadikan oleh Allah sebagai khalifah atau penggant atau yang menggantikan. Allah menjelaskan dalam sural Al-Baqarah (30) yang artinya: “dan ketika Tuhanmu berkata kepada malaikat, sesungguhnya aku menciptakan khalifah didunia”.
Di dalm konsepsi islam maka terdapat dua fungsi manusia didalam kehidupannya. Yaitu:
1. Sebagai abdun atau hamba Allah, dan
2. Sebagai khalifah atau wakil Allah di bumi.
MATERI IX
MANUSIA, SAINS DAN TEKNOLOGI
Sains adalah ilmu pengetahuan yang teraturyang dapat diuji kebenarannya sesuai dengan realita. Dan teknologi merupakan keterampilan manusia menggunakan sumber daya alam untuk memecahkan suatu masalah yang dihadapi dalm kehidupan.
Sains dan teknologi dapat berkembang melalui penemuan, penciptaan, serta melalui berbagai bentuk inovasi dan rekayasa. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat mendatangkan kemakmuran materi. Dengan menggunakan cabang-cabang ilmu pengetahuan kita dapat memperoleh hasil.
Kegunaan IPTEK bagi manusia sangat bermanfaat tergantung dari niali, moral dan hukum yang mendasarinya. IPTEK tanpa nilai sangat berbahaya dan manusia tanpa IPTEK mencerminkan keterbelakangan.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bergerak cepat, sehingga perlu di tanggapi dan dipersiapkan dalam menghadapinya sesuai kebutuhan pembangunan. Teknologi dapat membawa bencana dan juga dapat memberi manfaat. Tekno;ogi tersebut dapat menolong manusia dalam meningatkan kesejahteraan hidupnya.
Dengan adanya kemajuan ilmu teknologi manusia dapat menciptakan perkengkapan yang canggih untuk berbagai kegiatan sehingga dalam kegiatan kehidupannya tersedia berbagai kemudahan.
Tingkatan teknologi berdasarkan penerapannya dapat dibagi sebagai berikut:
1. Teknologi moderen (Hi - tech)
2. Teknologi Madya
3. Teknologi moderen/ tepat guna
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di satu sisi dapat membantu untuk mempermudah kinerja manusia dalam menjalankan usaha atau kreativitas dan aktivitas, akan tetapi disisi lain dengan kemajuan dan perkembangan ilmudapat menghancurkan moral dan akhlaqmanusia, karana manusia tidak bisa mengambil nilai manfaat dari teknologi yang digunakan atau manusia menyalah gunakan ilmu pengetahuan dan teknologi itu untuk kepentingan hasrat sesaat.
Beberapa dampak negatif yang telah muncul antara lain dalam bidang:
1. Informatika, dampak penyalah gunaannya seperti adanya internet ternyata juga punya dampak negatif bagi banyak orang muda yang dengan mudah mengakses situs pornografi, dll.
2. Persenjataan, persenjataan yang canggih juga menimbulkan erusakan dan korban yang lebih besar yang bisa memicu persaingan pada tingkat tertentu juga bisa menyulut pecahnya perang
3. Biologi, misalnya apabila praktek kloning manusia dilakukan maka akan menjatuhkan drajat manusia itu sendiri ke tingkat yang rendah. dll.
4. Medis, misalnya karna alat-alat medis sudah cangging berakibat biaya mahal dan sering mengcuhkan pasein yang tidak mampu. dll.
5. Lingkungan hidup, misalnya akibat pembangunan industri, pembuangan limbah yang tidak baik sehingga merusak ekosistem yang ada di sekitar atau tempat pembuangan limbah itu. Polusi udara, tanah, air, efek rumah kaca. dll.
MATERI IX
MANUSIA, SAINS DAN TEKNOLOGI
Sains adalah ilmu pengetahuan yang teraturyang dapat diuji kebenarannya sesuai dengan realita. Dan teknologi merupakan keterampilan manusia menggunakan sumber daya alam untuk memecahkan suatu masalah yang dihadapi dalm kehidupan.
Sains dan teknologi dapat berkembang melalui penemuan, penciptaan, serta melalui berbagai bentuk inovasi dan rekayasa. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat mendatangkan kemakmuran materi. Dengan menggunakan cabang-cabang ilmu pengetahuan kita dapat memperoleh hasil.
Kegunaan IPTEK bagi manusia sangat bermanfaat tergantung dari niali, moral dan hukum yang mendasarinya. IPTEK tanpa nilai sangat berbahaya dan manusia tanpa IPTEK mencerminkan keterbelakangan.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bergerak cepat, sehingga perlu di tanggapi dan dipersiapkan dalam menghadapinya sesuai kebutuhan pembangunan. Teknologi dapat membawa bencana dan juga dapat memberi manfaat. Tekno;ogi tersebut dapat menolong manusia dalam meningatkan kesejahteraan hidupnya.
Dengan adanya kemajuan ilmu teknologi manusia dapat menciptakan perkengkapan yang canggih untuk berbagai kegiatan sehingga dalam kegiatan kehidupannya tersedia berbagai kemudahan.
Tingkatan teknologi berdasarkan penerapannya dapat dibagi sebagai berikut:
1. Teknologi moderen (Hi - tech)
2. Teknologi Madya
3. Teknologi moderen/ tepat guna
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di satu sisi dapat membantu untuk mempermudah kinerja manusia dalam menjalankan usaha atau kreativitas dan aktivitas, akan tetapi disisi lain dengan kemajuan dan perkembangan ilmudapat menghancurkan moral dan akhlaqmanusia, karana manusia tidak bisa mengambil nilai manfaat dari teknologi yang digunakan atau manusia menyalah gunakan ilmu pengetahuan dan teknologi itu untuk kepentingan hasrat sesaat.
Beberapa dampak negatif yang telah muncul antara lain dalam bidang:
1. Informatika, dampak penyalah gunaannya seperti adanya internet ternyata juga punya dampak negatif bagi banyak orang muda yang dengan mudah mengakses situs pornografi, dll.
2. Persenjataan, persenjataan yang canggih juga menimbulkan erusakan dan korban yang lebih besar yang bisa memicu persaingan pada tingkat tertentu juga bisa menyulut pecahnya perang
3. Biologi, misalnya apabila praktek kloning manusia dilakukan maka akan menjatuhkan drajat manusia itu sendiri ke tingkat yang rendah. dll.
4. Medis, misalnya karna alat-alat medis sudah cangging berakibat biaya mahal dan sering mengcuhkan pasein yang tidak mampu. dll.
5. Lingkungan hidup, misalnya akibat pembangunan industri, pembuangan limbah yang tidak baik sehingga merusak ekosistem yang ada di sekitar atau tempat pembuangan limbah itu. Polusi udara, tanah, air, efek rumah kaca. dll.
MATERI IX
MANUSIA, SAINS DAN TEKNOLOGI
Sains adalah ilmu pengetahuan yang teraturyang dapat diuji kebenarannya sesuai dengan realita. Dan teknologi merupakan keterampilan manusia menggunakan sumber daya alam untuk memecahkan suatu masalah yang dihadapi dalm kehidupan.
Sains dan teknologi dapat berkembang melalui penemuan, penciptaan, serta melalui berbagai bentuk inovasi dan rekayasa. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat mendatangkan kemakmuran materi. Dengan menggunakan cabang-cabang ilmu pengetahuan kita dapat memperoleh hasil.
Kegunaan IPTEK bagi manusia sangat bermanfaat tergantung dari niali, moral dan hukum yang mendasarinya. IPTEK tanpa nilai sangat berbahaya dan manusia tanpa IPTEK mencerminkan keterbelakangan.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bergerak cepat, sehingga perlu di tanggapi dan dipersiapkan dalam menghadapinya sesuai kebutuhan pembangunan. Teknologi dapat membawa bencana dan juga dapat memberi manfaat. Tekno;ogi tersebut dapat menolong manusia dalam meningatkan kesejahteraan hidupnya.
Dengan adanya kemajuan ilmu teknologi manusia dapat menciptakan perkengkapan yang canggih untuk berbagai kegiatan sehingga dalam kegiatan kehidupannya tersedia berbagai kemudahan.
Tingkatan teknologi berdasarkan penerapannya dapat dibagi sebagai berikut:
1. Teknologi moderen (Hi - tech)
2. Teknologi Madya
3. Teknologi moderen/ tepat guna
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di satu sisi dapat membantu untuk mempermudah kinerja manusia dalam menjalankan usaha atau kreativitas dan aktivitas, akan tetapi disisi lain dengan kemajuan dan perkembangan ilmudapat menghancurkan moral dan akhlaqmanusia, karana manusia tidak bisa mengambil nilai manfaat dari teknologi yang digunakan atau manusia menyalah gunakan ilmu pengetahuan dan teknologi itu untuk kepentingan hasrat sesaat.
Beberapa dampak negatif yang telah muncul antara lain dalam bidang:
1. Informatika, dampak penyalah gunaannya seperti adanya internet ternyata juga punya dampak negatif bagi banyak orang muda yang dengan mudah mengakses situs pornografi, dll.
2. Persenjataan, persenjataan yang canggih juga menimbulkan erusakan dan korban yang lebih besar yang bisa memicu persaingan pada tingkat tertentu juga bisa menyulut pecahnya perang
3. Biologi, misalnya apabila praktek kloning manusia dilakukan maka akan menjatuhkan drajat manusia itu sendiri ke tingkat yang rendah. dll.
4. Medis, misalnya karna alat-alat medis sudah cangging berakibat biaya mahal dan sering mengcuhkan pasein yang tidak mampu. dll.
5. Lingkungan hidup, misalnya akibat pembangunan industri, pembuangan limbah yang tidak baik sehingga merusak ekosistem yang ada di sekitar atau tempat pembuangan limbah itu. Polusi udara, tanah, air, efek rumah kaca. dll.

Pertemuan ke 2

MATERI VIII
MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP (WORLDVIEW)
Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan iru merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalam sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.
Sumber pandangan hidup antara lain:agama, nilai-nilai budaya suatu bangsa, pancasila, dan hasil renungan seseorang sehinggamenjadi ajaran etika untuk hidup.
Pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdasarkan asalnya terdiri dari 3 macam:
1. Pandangan hidup yang berasal dari agamayaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya.
2. Pandangan hidup yang berupa idiologiyang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada negara tersebut.
3. Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.
Apabila pandangan hidup itu diterima oleh sekelompok orang sebagai pendukung suatu organisasi maka pandangan hidup itu disebut idiologi.
Pandangan hidup pada dasarnya mempunyai unsur-unsur sebagai berikut: Cita-cita, Kebijakan, Usaha, Keyakinan/kepercayaan.
Manusia pati memiliki pandangan hidup sebagai sarana pencapai tujuan dan ada pula yang menjadikannya sebagai penimbul kesejahteraan, ketentraman dsb. Untuk itu kitaseharusnya memiliki langkah-langkah bepandangan hidup sebagai sarana mencapai tujuandan cita-cita yang baik. Adapun langkah-langkah itu sebagai berikut:
• Mengenal
• Mengerti
• Menghayati
• Meyakini
• Mengabdi
• Mengamankan

Selasa, 31 Mei 2011

PERTEMUAN Ke-I (Sesudah UTS)

MATERI VII
MANUSIA DAN PERADABAN

Perdaban adalah kebudayaan yang telah mencapai tingkat tertentu pada suatu masyarakat, yang tercermin dalam tingkat intelektual, keindahan teknologi dan spiritual. Istilah peradaban dalam bahasa inggris disebut civilization. Istilah peradaban sering digunakn untuk menunjukan pendapat dan penilaian kita terhadap perkembangan. Untuk hasil-hasil kebudayaan seperti: kesenian, ilmu pengetahuan dan teknologiadat sopan santun serta pergaulan.
Peradaban memiliki kaitan erat dengan kebudayaan. Kebudayaan hakikatnya adalah hasil cipta, karsa dan rasa manusia.hasil atau produk kebudayaan manusia inilah yang meghasilkan peadaban. Dan tinggi rendahnya suatu peradaban dipengaruhi oleh: kemajuan teknologi, ilmu pengetahuan dan tingkat pendidikan. Bangsa yang beradab adalah bangsa yang terdidik.
Manusia adalah makhlik yang beradab sebab dianugrahi harkat martabat srta potensi kemampuan yang tinggi. Dalam perkembangannya manusia bisa jatuh dalam prilaku kebiadaban karana tidak mampu menyeimbangkan atau mengendalikan cipta, karsa dan rasa yang dimilikinya, dan manusia tersebut telah melanggar hakikat kemanusiaannya.
Wujud peradaban moral:
1. Nilai-nilai masyarakat dalam hubungan dengan kesusilaan
2. Norma; aturan ukuran dan pedoman yang dipergunakan dalam menentukan sesuatu benar atau salah, baik atau buruk.
3. Etika nilai dan norma moral tentang apa yang baik dan buruk yang menjadi peganga dalam mengatur tingkah laku manusia.
4. Estetika berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam kehidupan, mencakup kesatuan, keselarasan dan kebalikan.
Gelombang perubahn peradaban umat manusia mengalami 3 gelombang:
1. Gelombang I, peradaban teknologi pertanian/revolusi hijau (800SM - 1500M)
2. Gelombang II, peradaban teknologi industri/revolusi industri (1500M – 1970M)
3. Gelombang III, peradaban informasi/revolusi informasi (1970M - sekarang)
MATERI VI
MANUSIA DAN PENDERITAAN

Penderitaan berasala dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sangsakerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat dirasakan lahir atau batin atau lahir batin. Intensitaspenderitaan bertingkat-tingkat ada yang berat dan juga ada yang ringan.
Suatu peristiwa dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Penderitaan merupakan hal yang akan dialami oleh semua orang . tuhan memberikan kebahagiaan tapi juga memberikan penderitaan yang bermakna agar manusia tidak memalingkan diri Nya. Bagi orang yang tebal imannya musibah yang dialaminya akan menyadarkan dirinya untuk bertobat kepadaNya dan bersikap pasrah akan nasib yang ditentukan tuhan atas dirinya. Dalam kepasrahan akan diperoleh kedamaian dalam hatinya. Sehingga penderitaanya akan berangsur berkurangdan untuk akhirnya masih bersyukur bahwa tuhan tidak memberi cobaan yang lebih berat dari yang dialaminya.
Penderitaan manusia dapat diperinci sebagai berikut:
1. Penderitaan yang ditimbulkan akibat buruk perbuatan manusia
2. Penderitaan yang timbul akibat penyakit, siksaan/azab dari tuhan
Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan berpengaruh bermacam-macam dalam sikap, baik sikap posirif maupun negatif. Sikap negatif misalnya sikap kecewa, putus asa, bunuh diri, dll. Dan sikap positif yang ditimbulkan misal sikap optimis menghadapi penderitaan hidup.
Materi V
MANUSIA DAN KEADILAN

Keadilan adalah keseimbangan atau keharmonisan antara menuntut hak dan menjalankan kewajiban. Menurut aristoteles keadilan adlh kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah diantara kedua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit.
Untuk menjadi HOMO HUMANUS perlu memahami dan menghayati konsep keadilan, sebab tindakan yang hanya menuntut hak lupa terhadap kewajiban merupakan pemerasan tapi tindakan yang hanya menjalankan kewajiban tanpa menuntut hak juga berakibat mudah diperbudak atau dirampas orang. Jadi keadilan merupakan kesadaran adanya hak yang sama bagi setiap warga negara.
Macam-macam keadilan
1. Menurut sumbernya
• Keadilan individual
• Keadilan sosial
2. Menurut jenisnya
• Keadilan legal
• Keadilan distributif
• Keadilan kumulatif
Ciri-ciri nilai keadilan itu sendiri antaralain: tidak memihak, sama hak, sah menurut hukum , layak dan wajar, benar secara moral. Bila keadilan ini di junjung dalam masyarakat, maka akan tercipta kehidupan yang tentram harmonis dan sejahtera
Apabila terjadi ketidak adilan maka akan terjadi kehancuran (bagi dirinya, keluarga, perusahaan, masyarakat bangsa) dan karna ketidak adilan akan terciptanya kedzoliman.
Agar keadilan ini tercipta maka perlu ditanamkan dalam diri bahwa:
• Adanya tekad bahwa hanya dengan keadilan hidup akan berkah
• Berlaku adil kepada siapapun hidup akan sukses
• Berusaha menyelesaikan masalah dengan data dan informasi yang benar dan akurat
• Menjadikan keadilan sebagai kunci kebahagiaan, kesuksessan dan kemuliaan.
Adil merupakan ciri taqwa kepada Allah maka harus diimbangi beribadah dengan benar, jangan jadi hamba apa dan siapa pun kecuali hamba Allah.

PERTEMUAN Ke-III

Materi 4
MANUSIA DAN CINTA KASIH
A. Cinta Kasih
Menurut kamus bahasa Indonesia W.J.S Poerwadarminta, cinta kasih dapat di artikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang di sertai dengan menaruhbelas kasihan.
Pengertian tentang cinta yang dikemukakn oleh Dr. Sarlito W Sarwono adalah cinta memiliki 3 unsur yaitu 1. Ketertarikan, 2. Keintiman, 3. Kemsesraan
Menurut Dr. Abdullah Nasih Ulwan dalam bukunya management cinta. Cinta adalah perasaan jiwa dan gejolak hati yang mendorong seseorang untuk mencintai kekasihnya dengan penuh gairah, lembut dan kasih sayang. Cinta memiliki 3 tingkatan yaitu:
1. Cinta tingkat tinggi yaitu kepada Allah, Rasul dan berjihad di jalan Allah
2. Cinta tingkat menengah yaitu cinta kpd anak, orangtua dll.
3. Cinta tingkat rendah yaitu cinta yang mengutamakn cinta kepada orang tua, harta, dll.
Cinta adalahrasa sangat suka atau sayang ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedang kata kasih artinya perasaan ayang atau cinta atau sangat menaruh belas kasihan. Dan cinta kasih dapat di aartikan perasaan sayang atau cinta kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.
Cinta lebih mengandung pengertian tentang rasa yang mendalamsedang kasih merupakan pengungkapan ungkapan untukj mengalurkan rasa kepada yang dicintai. Cinta berbeda dengan nafsu, perbedaannya sebagai berikut:
1. Cinta bersifat manusiawi
2. Cinta besrifat rohaniah sedang nafsu bersifat jasmaniah
3. Cinta menunjukan prilaku memberi sedang nafsu cenderung menuntut
Unsur-unsur cinta umumnya adalh pengasuhan, tanggung jawab, perhatian dan pengenalan.
Cinta Erotris
Cinta erotis adalah kehausan akan penyatuan yang sempurna , akan penyatuan dengan orang lain. Bersifat ekslusif bukan universal. Cinta kasih erotis kerap dicampur baurkan dengan pengalaman yang eksplosif berupa jatuh cinta yaitu keruntuhan tiba-tiba tembok yang sampai waktu itu terdapat diantara dua orang yang asing satu sama lain.

PERTEMUAN Ke-III

Materi 3
MANUSIA DAN PERMASALAHAANNYA
A. Masalah sosial
soerjono soekanto masalah sosial adalah suatu ketidak sesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat. Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada.
Sebuah masalah dikatakan sebagai masalah sosial apabila bersangkutan dengan hubungan antara manusia dan mengganggu keutuhan bermasyarakat. Namun pada dasarnya maslah sosial menyangkut nilai-nilai sosial dan moral.
Dalam mengklasifikasikan suatu persoalan sebagai masalah sosial dapat digunakan penilaian sebagai pengukurannya:
1. Tata kelakuan yang menyimpang
2. Ukuran-ukuran umum segi moral
Karna setiap masyarakat mempunyai ukuran yang berbeda sesuai dengan waktu dan tempatnya.
Untuk merumuskan masalah sosial dapat digunakan indeks-indeks sebagai berikut:
1. Indeks Simple rates
Yaitu angkla laju gejala- gejala abnormal dalam masyarakat
2. Conposite Indices
Gabungan indeks-indeks dari bermacam macam aspek yang mempunyai kaitan satu sama lainnya.
Adapun penyebab masalahsosial tersebut, yakni di klasifikasikan kedalam 4 kategoris, sebagai berikut:
1. Faktor Ekonomis: Kemiskinan, Pengangguran
2. Faktor Biologis: Penyakit,
3. Pfaktor Psikologis: Syaraf, Bunuh diri
4. Faktor Kebudayaan : Perceraian, Kejahatan
Manifest masalah sosial problem merupakan masalah yang timbul akibat terjadinya kepincangan-kepincangan di masyarakat. Terjadi akibat ketidak sesuaian antara borma-norma dan tindakan serta nilai yang ada dalam masyarakat sebab masyarakat tidak menyukai tindakan-tindakan yang menyimpang. Dan masalah ini sudah menjadi latent sosial problem yakni mengkut hal-hal yang bertentangan/berlawanan dengan nilai-nilai masyarakat akan tetapiakan tetapi tidak diakui demikian halnya (diangga hal biasa dan tak menyimpang).
B. STRATIFIKASI SOSIAL (Pelapisan Sosial)
Stratifikasi sosial adalah perbedan atau pengelompokan para anggota masyarakat secara vertikal (bertingkat). Menurut Pitirim A Sorokin adalah perbedaan penduduk atau masyarakat kedalam lapisan-lapisan kelas secara bertingkay (hirarkis).
Ukuran yang menonjol atau dominan sebagai dasar pembentukan stratifikasi sosial adalah sebagai berikut: a. Ukuran kekayaan, b. Kekuasaan dan wewenang, c. Ukuran kehormatan, d. Ukuran ilmu pengetahuan.
Stratifikasi sosial dapat terjadi dengan sendirinya sebagai bagian dari proses pertumbuhan masyarakat, juga dapat dibentuk untuk pencapaian tujuan bersama. Faktor stratifikasi sosial dapat tumbuh dengan sendirinya adalah kepandaian, usia, sistem kekerabatan, dan harta dan batasan-batasan tertentu.
Perlunya pelapisan sosial yakni untuk : menempatkan individu-individu dalam pelapisan sesuai usaha ikhtiar, nasib dan mendorong mereka agar melaksanakan sesuai kewajibannya.

PERTEMUAN Ke-II

Materi 2
Manusia Sebagai Mahluk Individu dan Sosial
(Juga Sebagai Mahluk polekbudpsikol)

A. Manusia Sebagai Mahluk Individu
Individu berasal dari kata in devided. In berarti tidak, dan devided artinya terbagi. Jadi individu artinya tidak terbagi, atau satu kesatuan. Manusia lahir sebagai makhluk individual yang bermakna tidak terbagi atau tidak terpisahkan antara jiwa dan raga. Secara biologis manusia lahir dengan kelengkapan fisik tidak berbeda dengan makhluk hewani. namun secara rohani ia sangat berbeda dengan makhluk apapun. Dalam perkembangannya, manusia sebagai makhluk individu tidak hanya bermakna kesatuan jiwa dan raga, tetapi akan menjadi pribadi yang khas dengan corak kepribadiannya termasuk kemampuan kecakapannya. Setiap manusia memiliki perbedaan, hal itu dikarenakan manusia memiliki karakteristik sendiri. Ia memiliki sifat, watak. keinginan dan cita-cita yang berbeda satu sama lainnya.
Personality adalah susunan perbedaan tingkah laku atau tindakan dari tiap-tiap individu atau ciri-ciri watak seseorang yang konsisten kepadanya suatu identitas sebagai individu yang khas.
Unsur-unsur Personality
• Pengetahuan
Meliputi: Persepsi, Apresiasi, Pengamatan, Konsepsi, Fantasi.
• Perasaan
• Drive (Dorongan)
Meliputi: Dorongan untuk mempertahankan hidup, Sex, Mencari Makan, Berinteraksi, Meniru, Berbakti dan Keindahan.


B. Manusia Sebagai Mahluk Sosial
Manusia sebagai makhluk sosial adalah bahwa manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Manusia saling membutuhkan dan harus bersosialisasi dengan manusia lainnya. Manuisa dikatakan makhluk sosial karena beberapa alasan, yakni manusia tunduk pada aturan atau norma sosial, perilaku manusia mengharapkan suatu penilaian dari orang lain, manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain, potensi manusia akan berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusia, perilaku manusia mengharapkan suatu penilaian.

Norma-norma sosial yang menjadi patokan hidup manusia: norma agama (norma yang bersumber dari Allah), norma kesusilaan atau moral (norma yang bersumber dari hati nurani manusia), norma kesopanan atau adat (norma yang bersumber dari lingkungan masyarakat), norma hukum (norma yang dibuat oleh masyarakat secara resmi/oleh negara.Implikasi-implikasi manusia sebagai makhluk sosial:
• Kesadaran akan ketidakberdayaan manusia bila seorang diri.
• Kesadaran untuk senantiasa dan harus berinteraksi dengan orang lain.
• Penghargaan akan hak-hak orang lain.
• Ketaatan terhadap norma-norma yang berlaku.
Keberadaannya sebagai makhluk sosial, menjadikan manusia melakukan peran-peran sebagai berikut:
• Melakukan interaksi dengan manusia lain atau kelompok.
• Membentuk kelompok-kelompok sosial.
• Menciptakan norma-norma sosial sebagai pengaturan tertib kehidupan kelompok.

C. Manusia Sebagai Makhluk Politik
Sebagai mahluk politik manusia selalu membutuhkan orang lain dan memiliki sterategi dalam mempertahankan kehidupannya sehingga kehidupannya dengan masyarakat dan organisasi sosial merupakan sebuah keharusan. Allah memberikan watak yang agresif yang alami bagi setiap mahluk. Dengan politik manusia bisa merencanakan dan menyusun strategi dalam bertindak. Ciri manusia sebagai mahluk politik dapat kita lihat bahwa dalam kehidupan manusia selalu ditandai dengan adanya penentuan atas pilihan-pilihan dalam menjalani hidupnya.
D. Manusia sebagai mahluk Ekonomi
Pada dasarnya selalu menghadapi masalah ekonomi. Inti dari permasalahan ekonomi yang dihadapi manusia adalah kenyataannya bahwa kebutuhan manusia jumlahnya tidak terbatas, sedangkan alat pemuas kebutuhan manusia jumlanya terbatas.
E. Manusia Sebagai Mahluk Budaya
Artinya mahluk yang berkemampuan menciptakan kebaikan, kebenaran, keadilan, dan bertanggung jawab. Taylor mengartikan kebudayaan sebagai keseluruhan kompleks yang didalamnya terdapat ilmu pengetahuan yang didapat manusia sebagai anggota masyarakat, atau diartikan pulasegala sesuatu yang diciptakan manusia baik materi maupun non materi.
F. Manusia Sebagai Mahluk Psikologisi
Manusia adalah mahluk psikologi yang memiliki bawaan universal unik dan terus dikaji oleh para ahli humaniora. Manusia adalah insan bila dilihat dari sudut pandang psikologinya, karena dalam bahasa arab menunjukan manusia sebagai mahlik psikologi. Kata insan sendiri berasal dari tiga asal kata:
1. UNS bermakna mesra, harmoni, jinak, dan nampak.
2. Nasa ya Nusu bermakna terguncang stress.
3. Nasiya yansa bermakna lupa.
Bila digabungkan memiliki arti mahluk yang memiliki harmoni jiwa cinta, bensi, jinak, terkadang stres, dan sering lupa.

PERTEMUAN Ke-II

Materi 1
Ilmu Sosial Budaya Dasar

ISBD bukanlah suatu disiplin ilmu yang berdiri sendiri, melainkan hanyalah suatu pengetahuan mengenai aspek-aspek yang paling dasar yang ada dalam kehidupan manusia sebagai makhluk sosial yang berbudaya, dan masalah-masalah yang terwujud daripadanya.
• Fungsi ISBD
Memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji gejala-gejala sosial kebudayaan agar daya tanggap, persepsi, dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosial budaya dapat ditingkatkan sehingga kepekaan mahasiswa pada lingkungannya menjadi lebih besar.
• Visi ISBD
Berkembangnya mahasiswa sebagai manusia terpelajar yang kritis, peka dan arif dalam memahami keragaman, kesetaraan, dan kemartabatan manusia yang dilandasi nilai-nilai estetika, etika, dan moral dalam kehidupan bermasyarakat.
• Misi ISBD
Memberikan landasan dan wawasan yang luas, serta menumbuhkan sikap kritis, peka, dan arif pada mahasiswa untuk memahami keragaman, kesetaraan, dan kemartabatan manusia dalam kehidupan bermasyarakat selaku individu dan makhluk social yang beradab serta bertanggungjawab terhadap sumber daya dan lingkungannya.
• Tujuan ISBD
Mengembangkan kesadaran mahasiswa menguasai pengetahuan tentang keanekaragaman, kesetaraan, dan kemartabatan manusia sebagai individu dan makhluk social dalam kehidupan bermasyarakat.
Menumbuhkan sikap kritis, peka dan arif dalam memahami keragaman, kesederajatan, dan kemartabatan manusia dengan landasan nilai estetika, etika, dan moral dalam kehidupan bermasyarakat.
Memberikan landasan pengetahuan dan wawasan yang luas serta keyakinan kepada mahasiswa sebagai bekal bagi hidup bermasyarakat, selaku individu dan mahkluk social yang beradabdalam mempraktikkan pengetahuan akademik dan keahliannya dan mampu memecahkan masalah social budaya secara arif.

Mengapa ISBD perlu diajarkan di perguruan tinggi??? Yakni ada 4 alasan: landasan filosofis, landasan historis, landasan yuridis formal, landasan pedagogis.

Latar belakang di ajarkannya ISBD agar tenaga asli yang dihasilkan oleh perguruan tinggi memiliki tiga jenis kemampuan yang meliputi:
1. Kemampuan personal
2. Kemampuan akademis
3. Kemampuan profersional

MATERI PERTEMUAN 1 (sebelum UTS)

MATERI PENDAHULUAN

Masyarakat adalah suatu kumpulan manusia yang memiliki suatu tujuan dan cita-cita yang sama dan mendiami suatu tempat.
Kondisi masyarakat di pengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya:
1) Modernisasi
Adalah Proses perubahan sosial dari sistem yang bersifat tradisional menjadi lebih maju yang ditandai dengan perubahan di segala bidang seperti penggantian tenaga manusia ke tenaga mesin
2) Globalisasi
Menurut asal katanya, kata "globalisasi" diambil dari kata global, yang maknanya ialah universal. Achmad Suparman menyatakan Globalisasi adalah suatu proses menjadikan sesuatu (benda atau perilaku) sebagai ciri dari setiap individu di dunia ini tanpa dibatasi oleh wilayah Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan, kecuali sekedar definisi kerja (working definition), sehingga bergantung dari sisi mana orang melihatnya. Ada yang memandangnya sebagai suatu proses sosial, atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko-eksistensi dengan menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat.
3) Sekularisasi
Sekularisasi adalah perubahan masyarakat dari identifikasi dekat dengan nilai-nilai dan institusi agama menjadi nilai-nilai dan institusi non-agama dan sekuler. Tesis sekularisasi mengarah pada keyakinan bahwa ketika masyarakat "berkembang", terutama melalui modernisasi dan rasionalisasi, agama kehilangan kekuasaannya di semua aspek kehidupan sosial dan pemeirntahan.Sebutan sekularisasi juga digunakan dalam konteks mengangkat batasan keagamaan dari seorang rohaniwan.
Sekularisasi memiliki banyak tingkatan arti, yaitu sebagai teori atau proses sejarah. Teoris sosial seperti Karl Marx, Sigmund Freud, Max Weber, dan Émile Durkheim, menyatakan bahwa modernisasi masyarakat akan mendorong penurunan tingkat religiusitas. Penelitian dalam proses ini bertujuan untuk menentukan kelakuan yang menyebabkan kepercayaan, praktik dan institusi keagamaan kehilangan pengaruh publik. Sejumlah teoris memabntah bahwa sekularisasi peradaban modern disebabkan oleh ketidakmampuan manusia untuk mengadopsi kebutuhan etis dan spiritual manusia agar sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin cepat.
Ketiga factor diatas mempengaruhi sikap masyarakat, sehingga masyarakat memiliki sikap, diantaranya: egois, individualis, matrealistis, secular, hedonis, krisis ahlak, dan menjadikan agama sebagai symbol.
Hal ini diperparah dengan kondisi pendidikan di Indonesia yang sangat memprihatinkan, diantaranya : arah pendidikan yang kurang jelas, pendidikan adalah barang mahal, pendidikan yang tidak merata, penyelewengan dana pendidikan cukup tinggi, kurangnya penghargaan terhadap guru/ dosen, kualitas/ kuantitas guru/ dosen, pendidikan kepribadian kurang mendapat perhatian serius (meliputi pendidikan agama, dan kewarganegaraan), mencetak tukang.
Lalu apakah penyelesaiaan yang paling baik? Tentunya kembali lagi kepada tugas dan fungsi pendidikan yaitu untuk memanusiakan manusia agar manusia Indonesia sesuai dengan visinya di tahun 2020 yaitu :

1. Religius
2. Demokrasi
3. Kepastian Hukum
4. Egalitarian
5. Penghargaan terhadap “Human dignity”
6. Kemajuan budaya dan bangsa dalam satu kesatuan

Manusia adalah mahkluk yang Homo Humanus, manusiawi, berbudaya dan halus. Manusiawi dalam pengertian sikap yang menghargai manusia sebagai mahkluk yang memiliki martabat tinggi dengan segala hak-haknya (harus diperlakukan sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan/ sesuai dengan firtahnya mahkluk Tuhan). Berbudaya, maksudnya perilakunya dituntun oleh akal budi sehingga mendatangkan kebahagiaan bagi dirinya dan lingkungannya serta tidak bertentangan dengan kehendak ALLAH SWT. Halus, yaitu kehalusan bertingkah laku perbuatan lemah-lembut, sopan-santun, budi bahasa dan beradab (berakhlak).

Minggu, 01 Mei 2011

Pertemuan ke-3

Materi 3
MANUSIA DAN PERMASALAHAANNYA
A. Masalah sosial
soerjono soekanto masalah sosial adalah suatu ketidak sesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat. Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada.
Sebuah masalah dikatakan sebagai masalah sosial apabila bersangkutan dengan hubungan antara manusia dan mengganggu keutuhan bermasyarakat. Namun pada dasarnya maslah sosial menyangkut nilai-nilai sosial dan moral.
Dalam mengklasifikasikan suatu persoalan sebagai masalah sosial dapat digunakan penilaian sebagai pengukurannya:
1. Tata kelakuan yang menyimpang
2. Ukuran-ukuran umim segi moral
Karna setiap masyarakat mempunyai ukuran yang berbeda sesuai dengan waktu dan tempatnya.
Untuk merumuskan masalah sosial dapat digunakan indeks-indeks sebagai berikut:
1. Indeks Simple rates
Yaitu angkla laju gejala- gejala abnormal dalam masyarakat
2. Conposite Indices
Gabungan indeks-indeks dari bermacam macam aspek yang mempunyai kaitan satu sama lainnya.
Adapun penyebab masalahsosial tersebut, yakni di klasifikasikan kedalam 4 kategoris, sebagai berikut:
1. Faktor Ekonomis: Kemiskinan, Pengangguran
2. Faktor Biologis: Penyakit,
3. Pfaktor Psikologis: Syaraf, Bunuh diri
4. Faktor Kebudayaan : Perceraian, Kejahatan
Manifest masalah sosial problem merupakan masalah yang timbul akibat terjadinya kepincangan-kepincangan di masyarakat. Terjadi akibat ketidak sesuaian antara borma-norma dan tindakan serta nilai yang ada dalam masyarakat sebab masyarakat tidak menyukai tindakan-tindakan yang menyimpang. Dan masalah ini sudah menjadi latent sosial problem yakni mengkut hal-hal yang bertentangan/berlawanan dengan nilai-nilai masyarakat akan tetapiakan tetapi tidak diakui demikian halnya (diangga hal biasa dan tak menyimpang).
B. STRATIFIKASI SOSIAL (Pelapisan Sosial)
Stratifikasi sosial adalah perbedan atau pengelompokan para anggota masyarakat secara vertikal (bertingkat). Menurut Pitirim A Sorokin adalah perbedaan penduduk atau masyarakat kedalam lapisan-lapisan kelas secara bertingkay (hirarkis).
Ukuran yang menonjol atau dominan sebagai dasar pembentukan stratifikasi sosial adalah sebagai berikut: a. Ukuran kekayaan, b. Kekuasaan dan wewenang, c. Ukuran kehormatan, d. Ukuran ilmu pengetahuan.
Stratifikasi sosial dapat terjadi dengan sendirinya sebagai bagian dari proses pertumbuhan masyarakat, juga dapat dibentuk untuk pencapaian tujuan bersama. Faktor stratifikasi sosial dapat tumbuh dengan sendirinya adalah kepandaian, usia, sistem kekerabatan, dan harta dan batasan-batasan tertentu.
Perlunya pelapisan sosial yakni untuk : menempatkan individu-individu dalam pelapisan sesuai usaha ikhtiar, nasib dan mendorong mereka agar melaksanakan sesuai kewajibannya.

Materi 4
MANUSIA DAN CINTA KASIH
A. Cinta Kasih
Menurut kamus bahasa Indonesia W.J.S Poerwadarminta, cinta kasih dapat di artikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang di sertai dengan menaruhbelas kasihan.
Pengertian tentang cinta yang dikemukakn oleh Dr. Sarlito W Sarwono adalah cinta memiliki 3 unsur yaitu 1. Ketertarikan, 2. Keintiman, 3. Kemsesraan
Menurut Dr. Abdullah Nasih Ulwan dalam bukunya management cinta. Cinta adalah perasaan jiwa dan gejolak hati yang mendorong seseorang untuk mencintai kekasihnya dengan penuh gairah, lembut dan kasih sayang. Cinta memiliki 3 tingkatan yaitu:
1. Cinta tingkat tinggi yaitu kepada Allah, Rasul dan berjihad di jalan Allah
2. Cinta tingkat menengah yaitu cinta kpd anak, orangtua dll.
3. Cinta tingkat rendah yaitu cinta yang mengutamakn cinta kepada orang tua, harta, dll.
Cinta adalahrasa sangat suka atau sayang ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedang kata kasih artinya perasaan ayang atau cinta atau sangat menaruh belas kasihan. Dan cinta kasih dapat di aartikan perasaan sayang atau cinta kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.
Cinta lebih mengandung pengertian tentang rasa yang mendalamsedang kasih merupakan pengungkapan ungkapan untukj mengalurkan rasa kepada yang dicintai. Cinta berbeda dengan nafsu, perbedaannya sebagai berikut:
1. Cinta bersifat manusiawi
2. Cinta besrifat rohaniah sedang nafsu bersifat jasmaniah
3. Cinta menunjukan prilaku memberi sedang nafsu cenderung menuntut
Unsur-unsur cinta umumnya adalh pengasuhan, tanggung jawab, perhatian dan pengenalan.
Cinta Erotris
Cinta erotis adalah kehausan akan penyatuan yang sempurna , akan penyatuan dengan orang lain. Bersifat ekslusif bukan universal. Cinta kasih erotis kerap dicampur baurkan dengan pengalaman yang eksplosif berupa jatuh cinta yaitu keruntuhan tiba-tiba tembok yang sampai waktu itu terdapat diantara dua orang yang asing satu sama lain.

Jumat, 25 Maret 2011

Pertemuan Ke 2


KONSEP PENDIDIKAN UMUM
Pendidikan umum merupakan pendidikan yang komprehensif. Pendidikan kompherensif itu adalah pendidikan yang menyeluruh yang memiliki sikap emosi, intelektual dan spritual yang bagus. Atau mendidik kepala, hati dan tangan. Sasaran yang di sentuh adalah rasio, rasa dan tingkah laku.
Konsep dari pendidikan umum itu sendiri (General Education) yaitu, pendidikan yang berkenaan dengan pengembangan keseluruhan kepribadian seseorang dalam kaitannya dengan masyarakat ddan lingkungan hidupnya. Konsep lain dari pendidikan umum yaitu program pendidikan yang membina dan mengembangkan seluruh aspek kepribadian siswa dan mahasiswa. Dari lahirnya pendidikan umum itu maka seharusnya mahasiswa menurut Philip H. Phenix (1964:6), ada enam pola esensial bagi segenap mahasiswa yaitu,
  • Makna Symbolycs, yaitu kemampuan berbahasa dan berhitung
  • Makna empirics, yaitu kemampuan untuk memaknai benda-benda melalui proses penjelajahan dan penyelidikan empiris.
  • Mkna esthetics, yaitu kemampuan memaknai keindahan seni dan fenomena alam
  • Makna ethics, yaitu kemampuan memaknai baik dan buruk
  • Makna synoetics, yakni kemampuan berfikir logis, rasional sehingga dapat memaknai benar dan salah
  • Makna synoptic, yaitu kemampuan untuk beragama atau berfilsafat


Materi 1
Ilmu Sosial Budaya Dasar

ISBD bukanlah suatu disiplin ilmu yang berdiri sendiri, melainkan hanyalah suatu pengetahuan mengenai aspek-aspek yang paling dasar yang ada dalam kehidupan manusia sebagai makhluk sosial yang berbudaya, dan masalah-masalah yang terwujud daripadanya.
·        Fungsi ISBD
Memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji gejala-gejala sosial kebudayaan agar daya tanggap, persepsi, dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosial budaya dapat ditingkatkan sehingga kepekaan mahasiswa pada lingkungannya menjadi lebih besar.
·        Visi ISBD
Berkembangnya mahasiswa sebagai manusia terpelajar yang kritis, peka dan arif dalam memahami keragaman, kesetaraan, dan kemartabatan manusia yang dilandasi nilai-nilai estetika, etika, dan moral dalam kehidupan bermasyarakat.
·        Misi ISBD
Memberikan landasan dan wawasan yang luas, serta menumbuhkan sikap kritis, peka, dan arif pada mahasiswa untuk memahami keragaman, kesetaraan, dan kemartabatan manusia dalam kehidupan bermasyarakat selaku individu dan makhluk social yang beradab serta bertanggungjawab terhadap sumber daya dan lingkungannya.
·        Tujuan ISBD
Mengembangkan kesadaran mahasiswa menguasai pengetahuan tentang keanekaragaman, kesetaraan, dan kemartabatan manusia sebagai individu dan makhluk social dalam kehidupan bermasyarakat.
Menumbuhkan sikap kritis, peka dan arif dalam memahami keragaman, kesederajatan, dan kemartabatan manusia dengan landasan nilai estetika, etika, dan moral dalam kehidupan bermasyarakat.
Memberikan landasan pengetahuan dan wawasan yang luas serta keyakinan kepada mahasiswa sebagai bekal bagi hidup bermasyarakat, selaku individu dan mahkluk social yang beradabdalam mempraktikkan pengetahuan akademik dan keahliannya dan mampu memecahkan masalah social budaya secara arif.

Materi 2
Manusia Sebagai Mahluk Individu dan Sosial
(Juga Sebagai Mahluk polekbudpsikol)

  1. Manusia Sebagai Mahluk Individu
Individu berasal dari kata in devided. In  berarti tidak, dan devided artinya terbagi. Jadi individu artinya tidak terbagi, atau satu kesatuan. Manusia lahir sebagai makhluk individual yang bermakna tidak terbagi atau tidak terpisahkan antara jiwa dan raga. Secara biologis manusia lahir dengan kelengkapan fisik tidak berbeda dengan makhluk hewani. namun secara rohani ia sangat berbeda dengan makhluk apapun. Dalam perkembangannya, manusia sebagai makhluk individu tidak hanya bermakna kesatuan jiwa dan raga, tetapi akan menjadi pribadi yang khas dengan corak kepribadiannya termasuk kemampuan kecakapannya. Setiap manusia memiliki perbedaan, hal itu dikarenakan manusia memiliki karakteristik sendiri. Ia memiliki sifat, watak. keinginan dan cita-cita yang berbeda satu sama lainnya.
Unsur-unsur Personality
  • Pengetahuan
Meliputi: Persepsi, Apresiasi, Pengamatan, Konsepsi, Fantasi.
  • Perasaan
  • Drive (Dorongan)
Meliputi: Dorongan untuk mempertahankan hidup, Sex, Mencari Makan, Berinteraksi, Meniru, Berbakti dan Keindahan.


  1. Manusia Sebagai Mahluk Sosial
    Manusia sebagai makhluk sosial adalah bahwa manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Manusia saling membutuhkan dan harus bersosialisasi dengan manusia lainnya. Manuisa dikatakan makhluk sosial karena beberapa alasan, yakni manusia tunduk pada aturan atau norma sosial, perilaku manusia mengharapkan suatu penilaian dari orang lain, manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain, potensi manusia akan berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusia, perilaku manusia mengharapkan suatu penilaian.

    Norma-norma sosial  yang menjadi patokan hidup manusia: norma agama (norma yang bersumber dari Allah), norma kesusilaan atau moral (norma yang bersumber dari hati nurani manusia), norma kesopanan atau adat (norma yang bersumber dari lingkungan masyarakat), norma hukum (norma yang dibuat oleh masyarakat secara resmi/oleh negara.Implikasi-implikasi manusia sebagai makhluk sosial:
  • Kesadaran akan ketidakberdayaan manusia bila seorang diri.
  • Kesadaran untuk senantiasa dan harus berinteraksi dengan orang lain.
  • Penghargaan akan hak-hak orang lain.
  • Ketaatan terhadap norma-norma yang berlaku.
    Keberadaannya sebagai makhluk sosial, menjadikan manusia melakukan peran-peran sebagai berikut:
  • Melakukan interaksi dengan manusia lain atau kelompok.
  • Membentuk kelompok-kelompok sosial.
  • Menciptakan norma-norma sosial sebagai pengaturan tertib kehidupan kelompok.

Jumat, 04 Maret 2011

Kondisi Mayarakat dan Pendidikan indonesia kini

MATERI PERTEMUAN 1

Masyarakat adalah suatu kumpulan manusia yang memiliki suatu tujuan dan cita-cita yang sama dan mendiami suatu tempat.
Kondisi masyarakat di pengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya:
1)      Modernisasi
Adalah Proses perubahan sosial dari sistem yang bersifat tradisional menjadi lebih maju yang ditandai dengan perubahan di segala bidang seperti penggantian tenaga manusia ke tenaga mesin
2)      Globalisasi
Menurut asal katanya, kata "globalisasi" diambil dari kata global, yang maknanya ialah universal. Achmad Suparman menyatakan Globalisasi adalah suatu proses menjadikan sesuatu (benda atau perilaku) sebagai ciri dari setiap individu di dunia ini tanpa dibatasi oleh wilayah Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan, kecuali sekedar definisi kerja (working definition), sehingga bergantung dari sisi mana orang melihatnya. Ada yang memandangnya sebagai suatu proses sosial, atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko-eksistensi dengan menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat.
3)      Sekularisasi
Sekularisasi adalah perubahan masyarakat dari identifikasi dekat dengan nilai-nilai dan institusi agama menjadi nilai-nilai dan institusi non-agama dan sekuler. Tesis sekularisasi mengarah pada keyakinan bahwa ketika masyarakat "berkembang", terutama melalui modernisasi dan rasionalisasi, agama kehilangan kekuasaannya di semua aspek kehidupan sosial dan pemeirntahan.Sebutan sekularisasi juga digunakan dalam konteks mengangkat batasan keagamaan dari seorang rohaniwan.
Sekularisasi memiliki banyak tingkatan arti, yaitu sebagai teori atau proses sejarah. Teoris sosial seperti Karl Marx, Sigmund Freud, Max Weber, dan Émile Durkheim, menyatakan bahwa modernisasi masyarakat akan mendorong penurunan tingkat religiusitas. Penelitian dalam proses ini bertujuan untuk menentukan kelakuan yang menyebabkan kepercayaan, praktik dan institusi keagamaan kehilangan pengaruh publik. Sejumlah teoris memabntah bahwa sekularisasi peradaban modern disebabkan oleh ketidakmampuan manusia untuk mengadopsi kebutuhan etis dan spiritual manusia agar sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin cepat.
Ketiga factor diatas mempengaruhi sikap masyarakat, sehingga masyarakat memiliki sikap, diantaranya: egois, individualis, matrealistis, secular, hedonis, krisis ahlak, dan menjadikan agama sebagai symbol.
Hal ini diperparah dengan kondisi pendidikan di Indonesia yang sangat memprihatinkan, diantaranya : arah pendidikan yang kurang jelas, pendidikan adalah barang mahal, pendidikan yang tidak merata, penyelewengan dana pendidikan cukup tinggi, kurangnya penghargaan terhadap guru/ dosen, kualitas/ kuantitas guru/ dosen, pendidikan kepribadian kurang mendapat perhatian serius (meliputi pendidikan agama, dan kewarganegaraan), mencetak tukang.
Lalu apakah penyelesaiaan yang paling baik? Tentunya kembali lagi kepada tugas dan fungsi pendidikan yaitu untuk memanusiakan manusia agar manusia Indonesia sesuai dengan visinya
di tahun 2020 yaitu :
  1. Religius
  2. Demokrasi
  3. Kepastian Hukum
  4. Egalitarian
  5. Penghargaan terhadap “Human dignity”
  6. Kemajuan budaya dan bangsa dalam satu kesatuan
Manusia adalah mahkluk yang Homo Humanus, manusiawi, berbudaya dan halus. Manusiawi dalam pengertian sikap yang menghargai manusia sebagai mahkluk yang memiliki martabat tinggi dengan segala hak-haknya (harus diperlakukan sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan/ sesuai dengan firtahnya mahkluk Tuhan). Berbudaya, maksudnya perilakunya dituntun oleh akal budi sehingga mendatangkan kebahagiaan bagi dirinya dan lingkungannya serta tidak bertentangan dengan kehendak ALLAH SWT. Halus, yaitu kehalusan bertingkah laku perbuatan lemah-lembut, sopan-santun, budi bahasa dan beradab (berakhlak).

 

Jumat, 25 Februari 2011

Kesan Pertama Koe

Assalamu'alaikum Wr.Wb 
Puji Syukur kepada Hadirat Yang Maha Kuasa. Yang telah memberikan aku pengalaman dan ilmu baru dalam membuat blog.