MATERI PENDAHULUAN
Masyarakat adalah suatu kumpulan manusia yang memiliki suatu tujuan dan cita-cita yang sama dan mendiami suatu tempat.
Kondisi masyarakat di pengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya:
1) Modernisasi
Adalah Proses perubahan sosial dari sistem yang bersifat tradisional menjadi lebih maju yang ditandai dengan perubahan di segala bidang seperti penggantian tenaga manusia ke tenaga mesin
2) Globalisasi
Menurut asal katanya, kata "globalisasi" diambil dari kata global, yang maknanya ialah universal. Achmad Suparman menyatakan Globalisasi adalah suatu proses menjadikan sesuatu (benda atau perilaku) sebagai ciri dari setiap individu di dunia ini tanpa dibatasi oleh wilayah Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan, kecuali sekedar definisi kerja (working definition), sehingga bergantung dari sisi mana orang melihatnya. Ada yang memandangnya sebagai suatu proses sosial, atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko-eksistensi dengan menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat.
3) Sekularisasi
Sekularisasi adalah perubahan masyarakat dari identifikasi dekat dengan nilai-nilai dan institusi agama menjadi nilai-nilai dan institusi non-agama dan sekuler. Tesis sekularisasi mengarah pada keyakinan bahwa ketika masyarakat "berkembang", terutama melalui modernisasi dan rasionalisasi, agama kehilangan kekuasaannya di semua aspek kehidupan sosial dan pemeirntahan.Sebutan sekularisasi juga digunakan dalam konteks mengangkat batasan keagamaan dari seorang rohaniwan.
Sekularisasi memiliki banyak tingkatan arti, yaitu sebagai teori atau proses sejarah. Teoris sosial seperti Karl Marx, Sigmund Freud, Max Weber, dan Émile Durkheim, menyatakan bahwa modernisasi masyarakat akan mendorong penurunan tingkat religiusitas. Penelitian dalam proses ini bertujuan untuk menentukan kelakuan yang menyebabkan kepercayaan, praktik dan institusi keagamaan kehilangan pengaruh publik. Sejumlah teoris memabntah bahwa sekularisasi peradaban modern disebabkan oleh ketidakmampuan manusia untuk mengadopsi kebutuhan etis dan spiritual manusia agar sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin cepat.
Ketiga factor diatas mempengaruhi sikap masyarakat, sehingga masyarakat memiliki sikap, diantaranya: egois, individualis, matrealistis, secular, hedonis, krisis ahlak, dan menjadikan agama sebagai symbol.
Hal ini diperparah dengan kondisi pendidikan di Indonesia yang sangat memprihatinkan, diantaranya : arah pendidikan yang kurang jelas, pendidikan adalah barang mahal, pendidikan yang tidak merata, penyelewengan dana pendidikan cukup tinggi, kurangnya penghargaan terhadap guru/ dosen, kualitas/ kuantitas guru/ dosen, pendidikan kepribadian kurang mendapat perhatian serius (meliputi pendidikan agama, dan kewarganegaraan), mencetak tukang.
Lalu apakah penyelesaiaan yang paling baik? Tentunya kembali lagi kepada tugas dan fungsi pendidikan yaitu untuk memanusiakan manusia agar manusia Indonesia sesuai dengan visinya di tahun 2020 yaitu :
1. Religius
2. Demokrasi
3. Kepastian Hukum
4. Egalitarian
5. Penghargaan terhadap “Human dignity”
6. Kemajuan budaya dan bangsa dalam satu kesatuan
Manusia adalah mahkluk yang Homo Humanus, manusiawi, berbudaya dan halus. Manusiawi dalam pengertian sikap yang menghargai manusia sebagai mahkluk yang memiliki martabat tinggi dengan segala hak-haknya (harus diperlakukan sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan/ sesuai dengan firtahnya mahkluk Tuhan). Berbudaya, maksudnya perilakunya dituntun oleh akal budi sehingga mendatangkan kebahagiaan bagi dirinya dan lingkungannya serta tidak bertentangan dengan kehendak ALLAH SWT. Halus, yaitu kehalusan bertingkah laku perbuatan lemah-lembut, sopan-santun, budi bahasa dan beradab (berakhlak).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar