Materi 3
MANUSIA DAN PERMASALAHAANNYA
A. Masalah sosial
soerjono soekanto masalah sosial adalah suatu ketidak sesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat. Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada.
Sebuah masalah dikatakan sebagai masalah sosial apabila bersangkutan dengan hubungan antara manusia dan mengganggu keutuhan bermasyarakat. Namun pada dasarnya maslah sosial menyangkut nilai-nilai sosial dan moral.
Dalam mengklasifikasikan suatu persoalan sebagai masalah sosial dapat digunakan penilaian sebagai pengukurannya:
1. Tata kelakuan yang menyimpang
2. Ukuran-ukuran umim segi moral
Karna setiap masyarakat mempunyai ukuran yang berbeda sesuai dengan waktu dan tempatnya.
Untuk merumuskan masalah sosial dapat digunakan indeks-indeks sebagai berikut:
1. Indeks Simple rates
Yaitu angkla laju gejala- gejala abnormal dalam masyarakat
2. Conposite Indices
Gabungan indeks-indeks dari bermacam macam aspek yang mempunyai kaitan satu sama lainnya.
Adapun penyebab masalahsosial tersebut, yakni di klasifikasikan kedalam 4 kategoris, sebagai berikut:
1. Faktor Ekonomis: Kemiskinan, Pengangguran
2. Faktor Biologis: Penyakit,
3. Pfaktor Psikologis: Syaraf, Bunuh diri
4. Faktor Kebudayaan : Perceraian, Kejahatan
Manifest masalah sosial problem merupakan masalah yang timbul akibat terjadinya kepincangan-kepincangan di masyarakat. Terjadi akibat ketidak sesuaian antara borma-norma dan tindakan serta nilai yang ada dalam masyarakat sebab masyarakat tidak menyukai tindakan-tindakan yang menyimpang. Dan masalah ini sudah menjadi latent sosial problem yakni mengkut hal-hal yang bertentangan/berlawanan dengan nilai-nilai masyarakat akan tetapiakan tetapi tidak diakui demikian halnya (diangga hal biasa dan tak menyimpang).
B. STRATIFIKASI SOSIAL (Pelapisan Sosial)
Stratifikasi sosial adalah perbedan atau pengelompokan para anggota masyarakat secara vertikal (bertingkat). Menurut Pitirim A Sorokin adalah perbedaan penduduk atau masyarakat kedalam lapisan-lapisan kelas secara bertingkay (hirarkis).
Ukuran yang menonjol atau dominan sebagai dasar pembentukan stratifikasi sosial adalah sebagai berikut: a. Ukuran kekayaan, b. Kekuasaan dan wewenang, c. Ukuran kehormatan, d. Ukuran ilmu pengetahuan.
Stratifikasi sosial dapat terjadi dengan sendirinya sebagai bagian dari proses pertumbuhan masyarakat, juga dapat dibentuk untuk pencapaian tujuan bersama. Faktor stratifikasi sosial dapat tumbuh dengan sendirinya adalah kepandaian, usia, sistem kekerabatan, dan harta dan batasan-batasan tertentu.
Perlunya pelapisan sosial yakni untuk : menempatkan individu-individu dalam pelapisan sesuai usaha ikhtiar, nasib dan mendorong mereka agar melaksanakan sesuai kewajibannya.
Materi 4
MANUSIA DAN CINTA KASIH
A. Cinta Kasih
Menurut kamus bahasa Indonesia W.J.S Poerwadarminta, cinta kasih dapat di artikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang di sertai dengan menaruhbelas kasihan.
Pengertian tentang cinta yang dikemukakn oleh Dr. Sarlito W Sarwono adalah cinta memiliki 3 unsur yaitu 1. Ketertarikan, 2. Keintiman, 3. Kemsesraan
Menurut Dr. Abdullah Nasih Ulwan dalam bukunya management cinta. Cinta adalah perasaan jiwa dan gejolak hati yang mendorong seseorang untuk mencintai kekasihnya dengan penuh gairah, lembut dan kasih sayang. Cinta memiliki 3 tingkatan yaitu:
1. Cinta tingkat tinggi yaitu kepada Allah, Rasul dan berjihad di jalan Allah
2. Cinta tingkat menengah yaitu cinta kpd anak, orangtua dll.
3. Cinta tingkat rendah yaitu cinta yang mengutamakn cinta kepada orang tua, harta, dll.
Cinta adalahrasa sangat suka atau sayang ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedang kata kasih artinya perasaan ayang atau cinta atau sangat menaruh belas kasihan. Dan cinta kasih dapat di aartikan perasaan sayang atau cinta kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.
Cinta lebih mengandung pengertian tentang rasa yang mendalamsedang kasih merupakan pengungkapan ungkapan untukj mengalurkan rasa kepada yang dicintai. Cinta berbeda dengan nafsu, perbedaannya sebagai berikut:
1. Cinta bersifat manusiawi
2. Cinta besrifat rohaniah sedang nafsu bersifat jasmaniah
3. Cinta menunjukan prilaku memberi sedang nafsu cenderung menuntut
Unsur-unsur cinta umumnya adalh pengasuhan, tanggung jawab, perhatian dan pengenalan.
Cinta Erotris
Cinta erotis adalah kehausan akan penyatuan yang sempurna , akan penyatuan dengan orang lain. Bersifat ekslusif bukan universal. Cinta kasih erotis kerap dicampur baurkan dengan pengalaman yang eksplosif berupa jatuh cinta yaitu keruntuhan tiba-tiba tembok yang sampai waktu itu terdapat diantara dua orang yang asing satu sama lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar