KONSEP PENDIDIKAN UMUM
Pendidikan umum merupakan pendidikan yang komprehensif. Pendidikan kompherensif itu adalah pendidikan yang menyeluruh yang memiliki sikap emosi, intelektual dan spritual yang bagus. Atau mendidik kepala, hati dan tangan. Sasaran yang di sentuh adalah rasio, rasa dan tingkah laku.
Konsep dari pendidikan umum itu sendiri (General Education) yaitu, pendidikan yang berkenaan dengan pengembangan keseluruhan kepribadian seseorang dalam kaitannya dengan masyarakat ddan lingkungan hidupnya. Konsep lain dari pendidikan umum yaitu program pendidikan yang membina dan mengembangkan seluruh aspek kepribadian siswa dan mahasiswa. Dari lahirnya pendidikan umum itu maka seharusnya mahasiswa menurut Philip H. Phenix (1964:6), ada enam pola esensial bagi segenap mahasiswa yaitu,
- Makna Symbolycs, yaitu kemampuan berbahasa dan berhitung
- Makna empirics, yaitu kemampuan untuk memaknai benda-benda melalui proses penjelajahan dan penyelidikan empiris.
- Mkna esthetics, yaitu kemampuan memaknai keindahan seni dan fenomena alam
- Makna ethics, yaitu kemampuan memaknai baik dan buruk
- Makna synoetics, yakni kemampuan berfikir logis, rasional sehingga dapat memaknai benar dan salah
- Makna synoptic, yaitu kemampuan untuk beragama atau berfilsafat
Materi 1
Ilmu Sosial Budaya Dasar
ISBD bukanlah suatu disiplin ilmu yang berdiri sendiri, melainkan hanyalah suatu pengetahuan mengenai aspek-aspek yang paling dasar yang ada dalam kehidupan manusia sebagai makhluk sosial yang berbudaya, dan masalah-masalah yang terwujud daripadanya.
· Fungsi ISBD
Memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji gejala-gejala sosial kebudayaan agar daya tanggap, persepsi, dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosial budaya dapat ditingkatkan sehingga kepekaan mahasiswa pada lingkungannya menjadi lebih besar.
Memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji gejala-gejala sosial kebudayaan agar daya tanggap, persepsi, dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosial budaya dapat ditingkatkan sehingga kepekaan mahasiswa pada lingkungannya menjadi lebih besar.
· Visi ISBD
Berkembangnya mahasiswa sebagai manusia terpelajar yang kritis, peka dan arif dalam memahami keragaman, kesetaraan, dan kemartabatan manusia yang dilandasi nilai-nilai estetika, etika, dan moral dalam kehidupan bermasyarakat.
Berkembangnya mahasiswa sebagai manusia terpelajar yang kritis, peka dan arif dalam memahami keragaman, kesetaraan, dan kemartabatan manusia yang dilandasi nilai-nilai estetika, etika, dan moral dalam kehidupan bermasyarakat.
· Misi ISBD
Memberikan landasan dan wawasan yang luas, serta menumbuhkan sikap kritis, peka, dan arif pada mahasiswa untuk memahami keragaman, kesetaraan, dan kemartabatan manusia dalam kehidupan bermasyarakat selaku individu dan makhluk social yang beradab serta bertanggungjawab terhadap sumber daya dan lingkungannya.
Memberikan landasan dan wawasan yang luas, serta menumbuhkan sikap kritis, peka, dan arif pada mahasiswa untuk memahami keragaman, kesetaraan, dan kemartabatan manusia dalam kehidupan bermasyarakat selaku individu dan makhluk social yang beradab serta bertanggungjawab terhadap sumber daya dan lingkungannya.
· Tujuan ISBD
Mengembangkan kesadaran mahasiswa menguasai pengetahuan tentang keanekaragaman, kesetaraan, dan kemartabatan manusia sebagai individu dan makhluk social dalam kehidupan bermasyarakat.
Menumbuhkan sikap kritis, peka dan arif dalam memahami keragaman, kesederajatan, dan kemartabatan manusia dengan landasan nilai estetika, etika, dan moral dalam kehidupan bermasyarakat.
Memberikan landasan pengetahuan dan wawasan yang luas serta keyakinan kepada mahasiswa sebagai bekal bagi hidup bermasyarakat, selaku individu dan mahkluk social yang beradabdalam mempraktikkan pengetahuan akademik dan keahliannya dan mampu memecahkan masalah social budaya secara arif.
Mengembangkan kesadaran mahasiswa menguasai pengetahuan tentang keanekaragaman, kesetaraan, dan kemartabatan manusia sebagai individu dan makhluk social dalam kehidupan bermasyarakat.
Menumbuhkan sikap kritis, peka dan arif dalam memahami keragaman, kesederajatan, dan kemartabatan manusia dengan landasan nilai estetika, etika, dan moral dalam kehidupan bermasyarakat.
Memberikan landasan pengetahuan dan wawasan yang luas serta keyakinan kepada mahasiswa sebagai bekal bagi hidup bermasyarakat, selaku individu dan mahkluk social yang beradabdalam mempraktikkan pengetahuan akademik dan keahliannya dan mampu memecahkan masalah social budaya secara arif.
Materi 2
Manusia Sebagai Mahluk Individu dan Sosial
(Juga Sebagai Mahluk polekbudpsikol)
- Manusia Sebagai Mahluk Individu
Individu berasal dari kata in devided. In berarti tidak, dan devided artinya terbagi. Jadi individu artinya tidak terbagi, atau satu kesatuan. Manusia lahir sebagai makhluk individual yang bermakna tidak terbagi atau tidak terpisahkan antara jiwa dan raga. Secara biologis manusia lahir dengan kelengkapan fisik tidak berbeda dengan makhluk hewani. namun secara rohani ia sangat berbeda dengan makhluk apapun. Dalam perkembangannya, manusia sebagai makhluk individu tidak hanya bermakna kesatuan jiwa dan raga, tetapi akan menjadi pribadi yang khas dengan corak kepribadiannya termasuk kemampuan kecakapannya. Setiap manusia memiliki perbedaan, hal itu dikarenakan manusia memiliki karakteristik sendiri. Ia memiliki sifat, watak. keinginan dan cita-cita yang berbeda satu sama lainnya.
Unsur-unsur Personality
- Pengetahuan
Meliputi: Persepsi, Apresiasi, Pengamatan, Konsepsi, Fantasi.
- Perasaan
- Drive (Dorongan)
Meliputi: Dorongan untuk mempertahankan hidup, Sex, Mencari Makan, Berinteraksi, Meniru, Berbakti dan Keindahan.
- Manusia Sebagai Mahluk Sosial
Manusia sebagai makhluk sosial adalah bahwa manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Manusia saling membutuhkan dan harus bersosialisasi dengan manusia lainnya. Manuisa dikatakan makhluk sosial karena beberapa alasan, yakni manusia tunduk pada aturan atau norma sosial, perilaku manusia mengharapkan suatu penilaian dari orang lain, manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain, potensi manusia akan berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusia, perilaku manusia mengharapkan suatu penilaian.
Norma-norma sosial yang menjadi patokan hidup manusia: norma agama (norma yang bersumber dari Allah), norma kesusilaan atau moral (norma yang bersumber dari hati nurani manusia), norma kesopanan atau adat (norma yang bersumber dari lingkungan masyarakat), norma hukum (norma yang dibuat oleh masyarakat secara resmi/oleh negara.Implikasi-implikasi manusia sebagai makhluk sosial:
- Kesadaran akan ketidakberdayaan manusia bila seorang diri.
- Kesadaran untuk senantiasa dan harus berinteraksi dengan orang lain.
- Penghargaan akan hak-hak orang lain.
- Ketaatan terhadap norma-norma yang berlaku.
Keberadaannya sebagai makhluk sosial, menjadikan manusia melakukan peran-peran sebagai berikut:
- Melakukan interaksi dengan manusia lain atau kelompok.
- Membentuk kelompok-kelompok sosial.
- Menciptakan norma-norma sosial sebagai pengaturan tertib kehidupan kelompok.